Jumat, 16 Agustus 2013

"Membuka Aib PMI Tentang Jual Beli Kantong Darah Di RSUD Nabire Kepada Pasien Kritis. Nyawa Orang Papua Terancam"

Kesaksiaan di bawah ini adalah kisah nyata yang terjadi di nabire dan banyak belum di ketahui oleh publik tentang aksi keji PMI hingga mengorbangkan nyawa manusia.

Darah adalah komponen yang sangat penting bagi makhluk hidup, karena mempunyai peran yang sangat banyak, terutama dalam pengangkutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Jika darah mengalami gangguan atau kekurangan, maka segala proses metabolisme tubuh akan terganggu pula. Dalam sistem sirkulasi, darah berfungsi sebagai berikut ; Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru,Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluuruh jaringan tubuh,Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh,Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal,Mengatur dan mengontrol temperature tubuh,Mengatur distribusi hormon. Hormon adalah zat-zat kimia yang mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh. Setiap hormon yang dihasilkan dapat mempengaruhi kerja satu atau lebih dari organ tubuh dan berfungsi untuk menjaga keseimbangan kerja organ tubuh,Menutup luka,Mencegah infeksi.

Hal inilah yang di manfaatkan bagi sejumlah kalangan kesehatan untuk mengambil keuntungan dari manfaat darah. salah satunya PMI (Palang Merah Indonesia) Wilayah Nabire. Hal ini terbukti dari hasil kesaksian seorang pemuda yaitu; (Roberthino H) yang mengeluh tentang darahnya yang di donorkan di PMI, guna kebutuhan keluarga/pasien yang kekurangan darah beberapa waktu lalu. Berikut Kesaksiaanya yang di himpun...!!!

Pada hari senin tanggal 12 Agustus 2013 pukul 09:00 WP, saya (Robertino) di telepon oleh istri saya. Katanya; saya harus ke rumah sakit untuk bantu donorkan darah kepada ipar perempuan saya, yang kena kecelakaan tertusuk pisau di kaki saat bekerja di dapur.Dia mengalami kahabisan darah karena lambat di larikan ke rumah sakit. Istri saya mengatakan melalui telepon bahwa; darah di rumah sakit yang golongan "O" ada tpi harganya Rp.400.000 per-kantong. Saya bilang kenapa harga darah 400 ribu, katanya sudah habis darah "O" di rumah sakit, ada dua kantong tapi punya orang jadi. Bayar baru bisa di kasi. Jadi saya sampaikan kepada istri saya bahwa nanati saya bantu donor karena kebetulan darah saya golongan "O". Setiba di RSUD Nabire saya dan istri saya mendatanggi kantor PMI. Untuk memeriksakan darah untuk di ambil sampel untuk di periksa di ruang laboratorium untuk tes kelayakan. Namun yang membuat saya heran adalah ketika kami melaporkan bahwa kami keluarga dari pasien yang lagi membutuhkan darah, dan kami datang untuk memeriksa golongan darah dan siap di ambil sampel  darahnya untuk di periksakan dilaboratorium untuk di donorkan kepada keluarga kami yang kehabisan darah. Namun yang mengejutkan saya ketika selesai memeriksa golongan darah "O" saya, saya langsung di suruh donor.

"Saya sempat protes dan tanyakan, bahwa kenapa saya tidak di ambil sampel darahnya dulu untuk di periksa di laboratorium untuk apakah layak di gunakan apa tidak,bebas dari indikasi penyakit apa tidak. Namun petugas yang bertugas pada  saat itu mengatakan bahwa; "nanti di periksa sekalian sehabis donor darahnya, karena itu sudah aturan PMI. Kerena tidak mau membuang-buang waktu karena ipar saya lagi membutuhkan darah,saya membiarkan donor tersebut di lakukan.................Saya mendonorkan dua kantung darah karena kebetulan tensi saya sangat normal dan tubuh saya lagi vit saat itu.

Menunggu hasil pemeriksaan tersebut kurang lebih 8 jam, saya pun mendatangi pihak PMI untuk meminta penjelasan tentang mengapa sampai hasil tes di Labnya belum keluar hingga sudah sampai sore. Ketika saya menanyakan kepada petugas katanya; aduh pak...minta maaf karena agak lambat karena banyak darah yang di periksa jadi, saya pun merespon pembicaraanya; "waah...katanya tadi darah kurang di,rumah sakit baru, kenapa saya punya darah lama skali di periksa...??? Pertugas yang jaga terdiam, saya pun lanjut menanyakan darah saya yang di donorkan dan di periksa di lab hasilnya bagaimana ??? Namun...petugasnya menjawab; Kalau darah saya bermasalah ada "Malairianya" jadi tidak bisa di gunakan. Karena petugas menjawab begitu saya pun spontan agak tensi dan marah,,,saya bilang; kenapa tidak di infokan dari tadi kalau darah saya ada malaria ? ini sampai sudah sore baru di beri tahu, sedangkan keluarga saya lagi membutuhkan darah, coba kalian infokan biar saya bisa cari jalan keluar. Trus saya tanyakan di mana darah saya yang di periksa tadi biar saya bawa pulang. Namun katanya ada di ruang leb nanti besok baru bisa datang dan di bawa, katanya yang bertugas dan memegang kunci lab ada pulang. Karena mendengar info seperti begitu saya pun pulang karena sudah seharian menunggu darah di rumah sakit. 

Tapi di dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, saya merasa ada kejanggalan tentang darah saya karena saya merasa bahwa saya sehat-sehat saja. Saya pun ke teman saya seorang dokter Penyakit Dalam, untuk memeriksa lengkap dan memastikan darah saya. Betapa kagetnya saya katika teman dokter saya memberitahukan bahwa saya tidak ada penyakit apapun di dalam darah. mendengar hal tersebut saya pun...segera kembali ke kantor PMI  dan menanyakan kejanggalan tersebut....cek punya cek...dan saya mengancam mereka akan melaporkan ke polisi tentang pencurian darah. Akhirnya mereka mengakui bahwa darah saya di jual kepada seorang Menajer Perusahan di nabire yang lagi kekurangan darah "O" dengan harga Rp.1 jta per-kantong. Mereka sempat menawrkan saya tentang pembagian komisi untuk penjualan darah tersebut sehingga info ini tidak di publikasikan namun saya menolak.

Hal sungguh sangat biadap karena PMI yang identik dengan bantuan kesehatan bisa seperti begitu, dan kita bisa mengambil kesimpulan bahwa korban-korban orang papua di RSUD nabire yang meninggal selama ini akibat kehabisan darah penyebabnya dari PMI. Kapan indonesia berhanti membunuh kita dengan cara-cara kejinya. Apa salah kita orang papua sehingga di Rumah Untuk Orang Membutuhkan Pertolongan Harus, di buat susa seperti begitu...???? Berita ini tidak di tindak lanjuti karena HUKUM di indonesia sudah tidak bisa berpihak kepada orang papua, jadi kita harus berusaha sendiri untuk melawan semua hal-hal tersebut.

By.SPH.